Showing posts with label Explore Malang Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Explore Malang Jawa Timur. Show all posts

Thursday, July 20, 2017

Taman Singha Kembali Menjadi Primadona Di Malang

Beberapa hari terakhir, grup jejaring sosial Whatssapp dipenuhi dengan himbauan kemacetan yang akan melanda Kota Malang. Terang saja karena pada tanggal 18-23 Juli, Kota Malang akan diserbu oleh kepala daerah dari berbagai kota yang sengaja datang ke Kota Malang untuk memeriahkan rakernas XII APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia )2017. 




Tidak melulu hanya rapat dan pertemuan, APEKSI kali ini juga menjadi sarana sebagai pesta rakyatnya warga Kota Malang. Pada tanggal 19 juli lalu contohnya, warga berkumpul dan bergembira melihat pawai budaya dari berbagai daerah di Indonesia, dan pada malam harinya bersama-sama menikmati kuliner khas Malang yaitu bakso dan cwiemie. 

Sedangkan pada pagi hari ini (20 Juli 2017) para petinggi berbagai kota yang turut hadir di APEKSI 2017 ini, berkumpul di Taman Singha Merjosari Kota Malang. Plan utamanya adalah menanam pohon khas daerah masing-masing Kota, agar bisa tumbuh dan berkembang di Kota Malang dan sekaligus menjadi media pembelajaran serta pengenalan tanaman khas masing-masing Kota bagi warga Malang. 

Keseluruhan acara berlangsung asik dan menarik, tak langsung menuju ke acara utama para walikota ini sedikit bersantai dan bersenda gurau. Aksi menyanyi dan menari di atas panggung tak malu diperagakan oleh para petinggi nomer satu di kotanya masing – masing ini. Beberapa walikota juga turut mencoba fasilitas Taman Singha yang menarik seperti Skybike, dan alat olahraga yang tersedia. Tepat pukul setengah delapan acara utama play on words dimulai, masing walikota mengambil tempat yang telah disediakan untuk menanam pohon dan mulai mencangkul serta memperkenalkan pada awak media tentang keunikan dan khasiat pohon khas daerahnya. 

Hari ini Taman Singha telah menjadi saksi berkumpulnya para pejabat dan petinggi pemerintahan , semoga kelak pohon yang ditanam bisa tumbuh dan berkembang seperti tumbuh dan berkembangnya kota tempatnya berasal.

Sunday, July 2, 2017

Lambang Semangat Kota Malang



Letaknya yang tidak jauh dari stasiun Kota Baru menjadikan landskap ini menjadi jujukan para turis di setiap akhir pekan. Berlatar gedung pemerintahan yaitu balaikota Kota Malang dan ditemani oleh berbagai bunga-bunga yang cantik membuat Tugu kota Malang ini semakin menawan dan menarik.
Dibalik pagar hitam setengah badan, dan diantara beningnya air tempat teratai yang selalu berlomba untuk mengembang, ada sekilas kisah sejarah dan nilai filosfis yang termuat dalam menjuangnya bangunan tugu yang gagah nan indah ini.
Sejarah merekam, awalnya area tugu ini adalah taman yang diberi nama sebagai JP Coen Plein yang dibuat untuk menghormati  gubernur jenderal Jaan Pieterzoen Coen. Taman ini hanya berupa area melingkar dengan taman yang terbuka. Taman ini sebenarnya hanya digunakan sebagai pelengkap halaman gubernuran Hindia Belanda.
Pada tahun 1946 taman ini mempunyai penghuni baru yaitu Tugu Malang, yang pada saat itu diresmikan sendiri oleh presiden pertama Ir Soekarno. Monumen yang belum sempat selesai 100 persen harus menjadi korban atas keganasan pemerintahan belanda yang kembali berusaha menyerang dalam agresi militer I pada tahun 1947.  Dan dipugar kembali pada tahun 1953 oleh pemerintah Kota Malang, saat itu presiden Indonesia kembali hadir untuk meresmikan untuk kedua kalinya. Beberapa sumber bahkan mengatakan bahwa Tugu Kota Malang ini sebenarnya bukan hanya aset Malang melainkan Ikon Indonesia hal ini disebabkan Karena pada tahun 1946 Ir Soekarno menginginkan  Indonesia memiliki monument kemerdekaan, dari beberapa kota yang diajukan akhirnya malang lah yang dipilih. Dengan alasan Kota malang dari segi geografis bisa dikatakan relative aman Karena dikelilingi oleh gunung dan hanya memiliki satu akses masuk yaitu melalui Lawang.
Selain menarik dari segi sejarah bangunan ini juga menyimpan sisi filosofis yang indah. Yaitu seperti puncak tugu yang berbentuk seperti bambu runcing, hal ini melambangkan semangat perlawanan dalam memperoleh kemenangan. Pengingat waktu kemerdekaan juga terkandung dalam tugu Malang, tangga yang berentuk sudut 4 dan 5 melambangkan tahun, sedangkan bukan dan tahun diwakili oleh bintang yang mempunyai 8 tingkat dan 17 pondasi.
bukan hanya indah Tugu kota Malang ternyata telah menjadi saksi bisu perkembangan sejarah di Kota Malang.

Saturday, July 1, 2017

Hotel-hotel Dengan Desain View Unik dan Menarik

1. Hotel Kampung Lumbung



Salah satu Hotel dengan desain dan view unik di Malang Raya adalah Hotel Kampung Lumbung. Hotel ini berlokasi cukup strategis, berada di jalan raya Batu, tepatnya beralamat di Jl Puskesmas Dalam 1, Raya Beji. Hotel Kampung Lumbung terkenal dengan view nya yang indah dan unik, karena hotel ini menyuguhkan pengalaman menginap yang tidak terlupakan, dimana pengunjung dapat menikmati pemandangan alam khas pedesaan di Batu dari setiap sisi hotel. Unutk menuju hotel ini pengunjung harus melewati gang yang menanjak. View menarik dari hotel ini yakni nuansa tradisional dengan furnitur yang didominasi kayu yang khas dengan kearifan alam. Di hotel ini pula penginap dapat langsung menyaksikan pemandangan matahari terbit yang muncul dari balik Gunung Kawi, dan itupun cukup dilihat langsung hanya dari balkon kamar. Selain itu hotel ini menyajikan pemandangan bukit yang sebagian masih tertutup awan, nuansa hijau perkebunan. Hotel bintang 3 ini ditawarkan dengan tarif yang cukup terjangkau mulai harga Rp 800.000 per malamnya.
2. Hotel Pohon Inn




Satu lagi hotel di Malang yang menyuguhkan view unik. Adalah Hotel Pohon Inn yang beralamat di Jalan Temas, Batu. Dikatakan unik karena penginapan satu ini memiliki desain bangunan yang menyerupai batang pohon yang sangat besar. Interior di dalamnya pun dikonsep sangat detail agar tetap menjaga suasana satwa dan jungle. Letaknya sendiri ada diantara dua tempat wisata yang menarik yaitu Museum Satwa dan Batu Secret Zoo, menjadikan Pohon Inn tidak hanya nyaman untuk menginap saja tapi sekaligus untuk berwisata sambil menghirup sejuknya hawa pegunungan. Selain memiliki konsep yang unik, hotel ini juga mengutamakan kenyamanan pengunjungnya. Hotel ini dilengkapi dengan 28 Superior Rooms, 35 Deluxe Rooms 8 Executive Rooms. Jungle Fast Food, “Spinning Restaurant”, Amazone Resto, dan 2 Executive Meeting Rooms. Restaurant di hotel ini juga sangat unik dengan desain interiornya yang dipenuhi dengan pepohonan yang rimbun. Tarif yang dipatok memang cukup mahal, mulai dari Rp 700.000,- per malamnya

3. Villa Mulyono




Villa Mulyono terletak di Jl. Salam Bulukerto Bumiaji, Batu. Villa Mulyono ini salah satu penginapan yang unik view dan memiliki desainnya. Dari luar, sekilas penginapan ini terlihat tradisional, nampak dari furnitur serta arsitektur bangunan khas joglo. Yang membuat unik adalah desain arsitektur minimalis modern dengan segudang fasilitas yang membuat penginapan ini sangat nyaman. seperti, lantai kayu sepanjang teras hingga kamar, fasilitas kolam renang terbuka, sofa empuk, TV berlayar datar, hingga perlengkapan dapur modern. Ditambah lagi suasana yang sejuk dan panorama yang begitu mempesona, Villa Mulyono sangat cocok untuk beristirahat melepas lelah karena Villa ini terletak di ketinggian 1100 meter, penginapan ini dikelilingi perkebunan apel yang menjadi ciri khas Malang. Letaknya ini seolah membuat penginap sedang berada di negeri awan, saking tingginya. Penginapan pribadi ini sangat cocok untuk penginap yang ingin berbulan madu bersama pasangan sambil menikmati pemandangan luar biasa yang jarang ditemukan di kota lain.

4. Paddy City Resort


Satu lagi hunian berkelas di Malang yang tidak kalah bagus dengan yang lain, yakni Padi City Resort. Hotel yang berlokasi di Jln. Regulus No. 9, Dinoyo Malang, Malang ini memiliki pemandangan alami terbaik dan udara yang sejuk. Hotel ini menyediakan 18 kamar, sebuah cottage, dua ruang meeting indoor dan sebuah ruang meeting outdoor atau Gazebo. Selain itu, resor ini disempurnakan oleh berbagai fasilitas seperti kolam renang, area outbound, kedai kopi, studio musik, kolam pemancingan dan area bermain. Adapun fasilitas yang ditawarkan disini antara lain, kolam Renang. Kolam renang outdoor, wifi gratis di tempat umum. Keunikan di sini adalah konsepnya yang sangat alami, dikelilingi sawah, kebun sayuran, pohon kelapa, sungai Brantas dan teras padi di seberang sungai. Setiap kamar didesain dengan konsep alam dan banyak furniture kayu di dalamnya, sebuah pondok, sebuah Joglo Pakudusan ( rumah tradisional jawa dari Kudus), dan sebuah Joglo Limasan (rumah tradisional dari Bayat). Harga sewa yang ditawarkanpun cukup terjangkau, hanya Rp375.000 per malamnya sudah bisa menikmati bermalam di Paddy City Resort.


5. Ubud Hotel and Villas Malang


Hotel Ubud terletak di Jalan Bendungan Sigura-gura Barat No. 6, Malang. Hotel ini khusus didesain dengan gaya arsitektur Bali, dikelilingi pemandangan hijau dan sungai di sekitar hotel. Serasa bersantai di Bedugul dan Kintamani, kolam renang yang ada di hotel ini benar-benar bisa merefresh pikiran. Karena berkonsep Bali, hotel ini juga memiliki cita rasa makanan khas Bali untuk memanjakan lidah tamunya. Ubud Hotel memiliki banyak tipe kamar, seperti superrior room, river view, pool view, family room, nakula dan sadewa, puri dedari, puri ubud, barong reguler, dan barong family. Tarif disini cukup murah, yaitu sekitar Rp 300.000 untuk superior room. Fasilitas di dalam kamarnya sendiri pun sangat lengkap, sangat cocok menjadi referensi tempat menginapmu di Malang. Letaknya pun di lembah perbukitan, mirip dengan topografi Ubud.

From Bromo with Love



Entah kenapa Pesona Gunung Bromo Tengger Semeru selalu memaksaku untuk kembali dan kembali lagi menikmati maha besar surga dunia ciptaanNya ini. Awal pertama kali menginjakkan sepatu di tanah Gunung Bromo pada tahun 2013-2014. Masih ingat betul saat itu saya masih fresh-freshnya menyandang status mahasiswa baru di Universitas Brawijaya, Malang. Perjalanan pertama saya ke Gunung Bromo diajak teman-teman saya di suatu Organisasi yang ad di fakultas saya, FTP. “Yashhh..!”  mendadak, atau dadakan selalu menjadi ciri khas saya kalau ngetrip wkwk. Oke tepatnya kurang lebih kami ber-8 berangkat dari Malang kota menuju Bromo tepat pukul 22.00 WIB. Rute yang kami pilih ialah lewat jalur Probolinggo yang nantinya melalui pintu masuk Cemoro Lawang.
Kurang lebih tepat pukul 03.00-04.00 WIB kami sampai di kawasan pasir berbisik. Kemana tujuan kami? Yeah!! mengejar sunrise!. Minimnya bahkan memang tak ada penerangan jalan di kawasan lautan pasir memaksa kami untuk ekstra kerja keras dalam hal pandangan. Sebab, hanya ada cahaya yang berasal dari kendaraan. tak hanya permasalahan cahaya ataupun medannya. Yap! suhu yang super duper gila juga menjadi tantangan yang paling menarik untuk kami dan saya pribadi yang sedang mengejar cinta (sunrise). Beberapa menit kami habiskan di lautan pasir, kali ini kami mem-fixkan untuk menikmati sunrise dari Pananjakan. Yah ternyata kami salah jalur. Kami ingin melihat sunrise di pananjakan tapi melewati rute cemoro lawang. Tentu kendaraan kami tak bisa menjangkau medan untuk sampai di pananjakan. 
Awalnya sedih iya. But?  masih ada opsi lain. Akhirnya kami kembali ke zona lautan pasir dan memilih untuk menikmati kawasan kawah Gunung Bromo. Sesampainya di area kawah kami langsung memarkirkan kendaraan kami dan mulai mendaki gunung lewati lembah bersama kita berpetualang. ehhhh.. malah nyanyi. Okeee jalan kaki, sesampai di tangga yahhhh tinggi banget yak. Oke, saya mulai menghitung satu demi satu tangga yangsaya pijaki dan ditengah2.. wow! so amazing!! sumpah! kalau saya pernah liat foto-foto di atas puncak gunung nahhhh itu gaes! dannn kabutnya yang menyelimuti lautan pasir dannnnn sinar emas nan elok yang mulai menampakkan wujudnya. Subhanallah maha agung Engkau Ya Tuhanku, surga dunia ciptaanMu sungguh tiada tandingannya. Damn! oke ini lah cinta yang aku temukan, cinta yang aku rasakan, cintaku yang sesungguhnya bersemayam di kawah Gunung Bromo bersama indahnya pancaran cahaya sang fajar yang terbangun.


Masih ingat betul, perjalanan saya ke Bromo untuk kedua kalinya adalah pada bulan November 2014. kali ini sayan ke Gunung Bromo bersama teman kuliah saya satu kelas. Rame-rame? ya jelas, pasti! rute yang kami ambil kali ini melewati Pasuruan. Tujuan kami lsg ke pananjakan yahh yang pasti tetap mengejar cinta sang fajar wkwk. Okee singkat kata sesampai di pananjakan entah kenapa saya kurang excited sama suasana disana. Bagus, memang. Ya tapi…, mungkin karena saya sudah dibuat jatuh cinta untuk pertama kalinya di kawah Gunung Bromo pada perjalanan sebelumnya kali yakk. Setelah kami berpuas ria menikmati keindahan di pananjakan lalu kami turun menuju kawah. Yahh udah mulai terik naik kawah? no! mending saya dibawah jaga motor sambil nikmati pmandangan lautan pasir yang dikelilingi bukit-bukit nan gagah itu.
Nahhh.. ini perjalanan saya yang ketiga kalinya ke Bromo. Yaps! baru saja bulan kemarin saya ber enam dengan agenda yang selalu dadakan meluncur untuk menikmati kecantikan dan ketampanan Bromo. “ga bosen apa, km ke Bromo terus?” eitsss, kan saya sudah bilang.. Karena saya menemukan cinta di Bromo lantas kenapa saya bosan kalau sejatinya saya dibuat merindu terus akan pesonanya yang menawan. Oke, kali ini kami tetap mengambil rute Pasuruan dan memburu sunrise. Jreng.. jreng… sesampainya di pertigaan antara ke pananjakan dan lautan pasir, kami lebih memilih menikmati sunrise di kawah lohh. Di perjalanan yapp medan menyerang kami, kabut yang makin memperparah pandangan yang keterbatasan penerangan jalan dan zona pasir yang berbahaya karena dalam keadaan kabut tebal pandangan kita akan terbatas sehingga kita mungkin bisa saja terperosok ke jurang karena lautan pasir juga terdapat zona berbahaya salah satunya jurang ini. Oke beberapa menit kami habiskan lagi untuk muter-muter mencari rute menuju kawah. samapi suatu ketika kami dihampiri 2 penduduk sekitar yang menawarkan untuk menjadi guide menuju ke kawah. Yahhhh namanya juga kami mahasiswa yak. Tentunya kami menolak tawaran itu, alias hemat ongkos wkwk. okee kami punya solusi untuk ini. Jangan gelisah, takut, cemas, maupun gundah gulana saat berada di zona lautan pasir yang medannya seperti ini. Pada punya hape canggih kan? nahhhh gunakan GPS untuk negikuti rute yang akan mengantarkan kita ke kawah. Gak percaya? sinyal dari mana? eits tenang…, meskipun di daerah gunung, Bromo kini sudah support jaringan lochh.. yang lagi hits-hitsnya live IGjangan khawatir, lancar jaya boskuhhhh. Karena aku sudah mencoba dan menikmatinya wkwk. 
Okeee true! kecantikan fajar di kawah kini ia tujukkan lagi kepada kami dan saya tentunya yang semakin dibuat jatuh cinta tiada henti. Seperti foto yang saya post di cerita saya ini, saya mengambilnya tepat di tengah pendakian menuju kawah. Setelah kami menghabiskan kenikmatan di kawah lalu kami melanjutkan perjalanan pulang ke Malang melewati rute Tumpang sama seperti perjalanan saya sebelumnya yang selalu memilih rute Tumpang untuk perjalanan pulang. Karena kami ingin menikmati surga dunia yang sering disebut bukit teletubies juga padang savananya Bromo. Ntah lah saya harus ngomong apa lagi kehabisan kata-kata. tiada hentinya saya berucap syukur atas ciptanNya ini. Jangan lupa abadikan moment selama berada di kawasan Bromo Tengger Semeru agar kalian selalu merasakan bahwa pernah mencintai dan dicitai suatu surga dunia yang mungkin jarang bisa kalian temui. Eitsss cuma pesen tetap jaga kelestarian yak dimanapun kita berada, jaga dan lindungi jgn dirusak. Simpan untuk anak cucu kita. Sederhana saja, bawa pulang sampahmu intinya jangan buang sampah sembarangan wkwk.. terima kasih banyak teman.

“jangan meninggalkan apapun kecuali jejak”
“jangan mengambil apapun kecuali gambar” dan
“jangan membunuh apapun kecuali kenangan.. ehhh salah, WAKTU maksutnya” hehehe..

Thursday, June 29, 2017

Rooftop Spot Malang Paling Kekinian



Rooftop spot belakangan menjadi salah satu istilah yang ramai digaungkan di sela-sela pergaulan kaum milenial. Seperti artinya, rooftop spot sendiri bisa berupa kafe, restoran atau bar yang lokasinya berada di lantai tertinggi sebuah gedung. Daya tarik utama dari tongkrongan ini biasanya berupa suguhan cityscape di kala senja maupun malam hari.
Secara umum, rooftop spot memang paling mudah dijumpai di kota-kota besar. Sebut saja Jakarta. Di ibukota negara ini banyak ditemukan rooftop spot fancy dan cozy, seperti Bar At The Rooftop (BART), Soupanova EcoSky, The Awan Lounge, Above 5 Skybar, Lucy In The Sky, The Edge, Level 8, FJ on 7 dan masih banyak lainnya.
Belum lagi kalau di Bandung ada rooftop spot keren seperti The 18 Restaurant and Lounge Trans Luxury Hotel dan Sky Lounge Sublime Gino Feruci Hotel. Sementara kalau di Surabaya ada rooftop spot kece seperti Sky36 Restaurant dan Citilities Skyclub & Bistro.
Kehadiran tempat kongko di puncak gedung ini memang nggak bisa dipungkiri menjadi jujukan refreshing yang efektif. Terlebih bagi yang seharian digasak tumpukan pekerjaan yang menjemukan. Belum lagi dihadapkan dengan hiruk pikuk perkotaan yang kian sesak saat hujan dan macet datang bersamaan.
Di tengah kondisi yang runyam seperti itu memandang langit perkotaan memang jadi obat mujarab paling praktis. Namun bukan sekadar mendongak, melainkan harus benar-benar sejajar dengan cakrawala kota. Di sinilah fungsi rooftop diperlukan. Bukan sekadar hamparan genteng, melainkan dalam wujud tempat yang nyaman.
Bahkan jika bisa rooftop spot tersebut berada di puncak gedung yang berpuluh-puluh meter tingginya. Sebab, bisa mengobati mata dari sumpeknya jalanan. Juga mengobati telinga dari bisingnya klakson kendaraan. Suasana kian damai lantaran rooftop spot identik dengan makanan yang nikmat serta alunan musik yang santai.
Namun, pertanyaannya sekarang, adakah rooftop spot di kota sedang seperti Malang? Jika bukan karena seorang teman dari Jakarta yang bertanya demikian, niscaya saya nggak akan pernah melakukan pencarian. Setelah menggali informasi sana-sini, akhirnya saya sungguhan menemukan rooftop spot yang nggak kalah keren dengan yang ada di kota-kota besar.
Meski nggak sebanyak di Bandung, Surabaya, apalagi Jakarta, setidaknya beberapa rooftop spot berikut ini dapat menambah itinerary kamu saat main-main ke Malang. Klik keempat nama rooftop spot di bawah ini juga untuk mendapatkan informasi kontak dan reservasinya via instagram.
Sky Bar Maxone Hotel Malang

Boleh dibilang ini adalah hotel baru di Malang. Lokasi tepatnya ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto No.75. Selain menghadirkan Sky Bar dengan Malang City View 180 derajat, kamu juga bisa berenang di puncak hotel Maxone Malang sembari menikmati indahnya pemandangan kota Malang yang menawan. Sebagai hotel baru, Maxone adalah hotel yang paling rajin tebar voucher gratisan. Makanya, jangan lengah pantengin instagramnya.
Skyroom Best Western OJ Hotel Malang

Tak jauh dari Maxone Hotel Malang, kamu juga bisa menemukan rooftop spot yang nggak kalah fancy dan cozy di Malang. Tepatnya di Skyroom Best Western OJ Hotel Malang yang beralamat di Jalan Dr Cipto No 11 Malang. Skyroom punya dua pilihan tempat, yaitu indoor dan outdoor. Dua-duanya patut dicoba, karena menjadi rooftop spot tertinggi di kota Malang. Oya, makanan di sini enak-enak lho.
AFTER 5ive Lounge Savana Hotel Malang

Masih dalam area yang lagi-lagi nggak berjauhan dengan dua rooftop spot sebelumnya, ada AFTER 5ive di Savana Hotel Malang. Sesuai namanya AFTER 5ive baru buka di atas jam 5 sore. Sementara untuk alamatnya, rooftop spot ini berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo no 30-34 Malang. Posisinya yang strategis dekat jalan protokol kota Malang membuatnya mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan. Bahkan, Nidji pun nggak sampai kesulitan menemukan hotel ini.
d’Toengkoe Sky Fireplace The Balava Hotel Malang

Baru, kalau yang ini lokasinya agak terpencar dari tiga rooftop spot sebelumnya. Berlokasi di Jalan Kolonel Sugiono no 6 Malang, d’Toengkoe Sky Fireplace The Hotel Balava Malang berdekatan dengan Stasiun Kota Lama Malang. Rooftop spot di sini menawarkan panorama malam di Malang yang ok punya. Bahkan, pemandangan sunset-nya layak dicicipi jika kamu mau renang sekalian di sini.
Masing-masing rooftop spot tersebut punya keunggulan yang berbeda. Namun yang jelas, keempatnya kini sedang ramai digandrungi sebagai jujukan mengusir penat paling kekinian di Malang. Bukan saja dari kalangan kantoran. Mereka yang mahasiswa, bahkan anak SMA pun nggak sedikit yang kongko di sana. Ini karena harga yang dipatok untuk nongkrong di sana relatif terjangkau untuk semua kalangan.
Bahkan, jika kamu adalah wisatawan dari kota besar macam Jakarta, Bandung, dan Surabaya, bisa jadi harga yang ditawarkan nggak ada apa-apanya. Soal menu, kamu juga nggak perlu khawatir. Kurang selera dengan menu oriental atau western, kamu bisa melahap dengan nikmat menu-menu khas Indonesia. Kalau kata Mama Dedeh, “Dijamin HA… LAL!”
Hal tersebut dipertegas dengan posisi masing-masing rooftop bar, kafe dan restoran di area yang berbeda, sehingga nggak campur aduk jadi satu meski dalam satu hotel. Itu juga yang menjadi alasan, kenapa saya lebih memilih menggunakan istilah rooftop spot daripada rooftop bar. Biar lebih general, dan bisa dinikmati siapapun tanpa harus merisak keyakinan.
Jika sudah bikin pertimbangan, tinggal kamu putuskan mana rooftop spot yang ingin kamu kunjungi lebih dulu. Selain itu, karena keempatnya merupakan bagian dari fasilitas hotel, kamu juga bisa memanfaatkannya sebagai referensi akomodasi saat main-main ke Malang. Nah, dengan semakin banyaknya atraksi hiburan baru yang bermunculan, semoga kamu nggak pernah bosan untuk berkunjung ke kota Malang lagi dan lagi, ya. ðŸ˜€


Wednesday, June 28, 2017

Malang Night Paradise, Wisata Terbaru Paling Seru

Malang Night Paradise, Wisata Terbaru Paling Seru

Setelah sukses dengan arena bermain airnya, Hawai Waterpark kembali mengenalkan wahana baru yang seru dan pastinya tampil dengan konsep yang unik. Baru dibuka saja, para wisatawan yang berasal dari berbagai kalangan terutama para remaja langsung memadati lokasi. Bagaimana tidak, destinasi bernama Malang Night Paradise ini termasuk baru dan pertama kali di Malang. Lalu seperti apa sih daya tariknya? Simak ulasan yang lebih lengkap di bawah ini.

Malang Night Paradise berada dalam satu kawasan dengan Hawai Water Park, saat libur lebaran nanti kamu bisa seru-sruan bermain air dan begitu malam datang langsung melipir ke wisata ini.

Malang Night Paradise [image source]

Karena memang memiliki konsep wisata malam, maka berbagai atraksi lampu dan lampion terlihat ada di mana-mana. Salah satunya atalah penampakan bunga tulip cantik berikut ini.

Malang Night Paradise [image source]

Ada juga lampion bunga yang berukuran besar dengan berbagai warna serta bentuk, masuk ke sini serasa ada di negeri dongeng lho. Oleh karena itu, jangan datang sendiri. Ajak juga pasangan atau sahabat tersayang.

Malang Night Paradise [image source]

Wahana  ini baru dibuka Senin 19 Juni kemarin dan langsung bisa kamu datangi dengan membayar tiket sebesar Rp25.000,-. Cukup murah untuk spot-spot cantik yang akan kamu lihat. Yuk kumpulkan foto terbaikmu dan posting di sosial media. Agar tidak kalah hits dengan yang lainnya.

Malang Night Paradise [image source]

Ada area dengan lampion berbentuk jamur raksasa hingga burung merak cantik lho. Apalagi saat malam hari lampu warna-warni menyumbang nuansa romantis tersendiri.

Malang Night Paradise [image source]

Jangan Sampai Melewatkan Tunnel of Light alias terowongan dengan atraksi cahaya yang keren. Ada ribuan lampu yang terpasang dan tentu saja bisa berubah warna. Pas banget untuk kamu yang hobi selfie.

Malang Night Paradise [image source]

Di salah satu sudut bahkan ada air mancur menari. Kamu dapat menyaksikan semprotan air yang sepertinya menyala disinari lampu. Duduk lama di depannya tidak akan membuatmu bosan sama sekali, malah kamu bisa ikutan menari karena terlalu asyik.

Malang Night Paradise [image source]

Selanjutnya terdapat sarana untuk belajar juga lho. Inilah kerennya Hawai Waterpark, tidak hanya menawarkan wahana main-main tapi juga sarana belajar khususnya pengetahuan tentang Dinosaurus. Berbagai patung yang bergerak tersebut nampak lucu daripada menyeramkan.

Malang Night Paradise [image source]

Malang Night Paradise buka dari pukul 17.30  hingga 23.00 WIB. Serunya lagi, bagi anak kecil yang tingginya tidak lebih dari 85 cm tidak diharuskan untuk membayar alias gratis. Sedangkan saat akhir pekan tiket akan naik menjadi 35 ribu rupiah.

Malang Night Paradise [image source]

Kamu bisa sekalian melakukan wisata kuliner. Atau sambil menunggu Malang Night Paradise buka, santai dulu di Djati Lounge Araya, tempat dengan pemandangan yang aduhai. Jarak dari Waterpark hanya sejauh 9 km.

Djati Lounge [image source]
LOkasi :  Jl. Graha Kencana Raya, Banjararum, Singosari, Malang, Jawa Timur

Monday, May 29, 2017

Yuk Kunjungi Coban Talun di Kota Batu, Bunga Indah Ini Sudah Mulai Mekar



BATU - Zuri (65) terlihat sibuk menanam tanaman bunga Hortensia di Taman Bunga, Coban Talun, Kota Batu, Jumat (26/5/2017) siang. Zuri sudah puluhan tahun menangani bunga yang bisa tumbuh di Asia Timur dan Asia Selatan, Amerika Utara dan Amerika Selatan ini. 
Di tangan Zuri, bunga ini tumbuh subur dan mekar sehingga sedap dipandang mata. Suasana Taman Bunga di Coban Talun pun menjadi indah. Ada ribuan tangkai Hortensia di lahan seluas sekitar 800 meter persegi.
“Saya menanam bersama istri, Supriatin. Istri yang memberi vitamin, dan memetik bunganya. Saya bertugas menanam bibitnya,” kata Zuri kepada SURYAMALANG.COM.
Dia sering melihat pengunjung memetik bunga Hortensia di Taman Bunga di Coban Talun. Zuri tidak marah atau menegur pengunjung itu.
“Saya malu. Tidak enak,” tambahnya.
Namun, dia sering memberi tahu pengunjung bahwa Hortensia itu bukan untuk dipetik atau dirusak. Ada juga pengunjung yang minta kepadanya agar bisa memetik bunga Hortensia.
“Saya beri beberapa bunga. Kalau ada yang mau beli, juga tidak apa-apa. Tapi bukan yang di sini. Ada lahan sendiri,” tuturnya.
Zuri juga sering terima pesanan bunga, terutama untuk pernikahan. Kadang ada pesanan sampai 3.000 tangkai dalam sehari. Mayoritas pemesannya dari Surabaya dan Sidoarjo.
Harganya tergantung dari warnanya. Bunga warna biru, ungu, dan merah muda seharga sekitar Rp 10.000 per tangkai. Sedangkan bunga warna putih sebesar Rp 3.000 per tangkai.
“Semakin banyak warnanya, maka semakin mahal. Paling banyak yang dicari pemesan adalah warna ungu dan merah muda,” katanya.